Saya sempat merasakan kesenangan setelah mendaftarkan diri saya di suatu ajang perlombaan tahunan lari yang di adakan oleh sebuah resort ternama yaitu MesaStila resort terletak di daerah magelang desa losari - grabak Oktober kala itu. Tapi rasanya memang konyol karena mengingat kala itu saya hanya berlatih 2 minggu sebelum perlombaan berlangsung dan hanya fun run saja. Memang berlari adalah salah satu kegiatan yang menyehatkan tubuh tapi untuk pemula seperti saya rasanya terlalu ceroboh untuk langsung mendaftarkan diri di kategori Half Marathon 21KM. Akhirnya siang yang di tunggu pun tiba setelah berunding tempat berkumpul oleh rekan seperlarian saya dari SemarangRunerrs.
| Pemuda Pemuda apa adanya |
Karena jarak yang tidak terlalu jauh menuju MesaStila Resort, kira kira waktu yang saya patok pada saat itu sekitar 1,5jam dari semarang. Sepanjang perjalanan kami segarkan pikiran kami dengan cerita cerita lucu dan melihat indahnya pematang sawah dan gundukan hutan di pingir jalan.
| Senyum seolah tegar |
Setelah sampai saya langsung berkumpul dengan pelari lainnya untuk mengambil racepack. Rasanya pikiran saya kala itu ciut sekali melihat tegap dan tangguhnya para pelari itu. Sekilas ada kaca di samping saya dan saya tengokan muka untuk melihat postur saya tampaknya lapisan lemak dan gundukan tetelan serta gajih di perut tidak bersahabat.
Malamnya saya beristirahat dengan gelisah,sedikit agak galau karena ketidak percayaan saya terhadap lomba ini. kutatap perut yg bergelambir yang membuat malu itu. Akhirnya saya tertidur. slow but sure untuk lomba esok gumamku saat itu.
![]() |
| Tegar membara yang agak ragu |
Pagi yang di nanti tiba, persiapan sudah matang serta doa dari bapak ibu nan jauh di sana mengubah intisari kegalauan hari itu menjadi lapisan cosmos. Riuh gembira para pelari membuat suasanya menjadi semakin tenang.
| DAG ... DIG .. DUG..
Nik Nassrullah (Malaysia) dan Muhammad hilmy (Makassar) teman baru saya yang memberikan energi semangat sebelum di mulai lomba itu,
|
Rasa bersemangat kembali setelah melihat tulisan ini, membayangkan tempat finish yang sebentar lagi saya capai bak seorang yang labil saya berusaha berlari dengan riang gembiranya
Tanjakan Vertical 700 meter sebelum finish
Setelah berlari melewati tanjakan tersebut, keram menimpa kembali kali ini semakin buas kaki kanan dan kiri di terkena keram yang sangat membuat saya kesakitan. Sambil menyender sebentar saya mengurut-urut kaki saya berharap ada yang menolong. Yah doa itu terwujud akhirnya mas Reza Ferdian (surabaya) datang, sedikit agak membopong saya akhirnya 100m menuju finish kita berlari bersama .
Yeahhh.................... akhirnya sampai tak lupa sujud syukur ku berikan kepadamu semesta, yang memberikan kekuatan di setiap menit dan detiknya saya berlari. Rasanya saya ingin menangis kegirangan pada saat itu, tapi tertahan karena terlalu bahagia.
Tak lupa kita para pelari berfoto bersama bersenda gurau, berkenalan layaknya teman baru dan ada beberapa yg memijat kaki temannya yang masih kesakitan.
Akhirnya MesaStila Challenge 2013 berakhir, Senyum para mba mba penjaga hotel pun menutup indahnya lomba pada hari itu.Rasanya di balik senyum mereka seperti memberi isyarat bahwa tahun depan kita mesti ikut lagi.
Behind the scene :
- Lomba di bagi 2 kategori 13K dan 21K , untuk yang 21K tanjakan demi tanjakan membuat para pelari kewalahan
- Setelah sampai di finish , selang duduk 5 menit mual menerpa saya akhirnya saya memuntahkan air yang saya minum selama lomba
- Kira kira di saat saya sedang berjalan santai di KM19, ada warga lokal yang memijat saya dan berkata " 2km lagi jalan makin menanjak, sini mas saya pijit dulu" .dan ini GRATISSSSS...
- Sebelum mas reza ferdian (surabaya) datang menolong saya , ada perempuan manis yg menolong saya, Tapi karena takut salah memijat akhirnya dia melanjutkan larinya.
- Sampai sekarang masih ada ceplakan kulit terbakar, seperti belang bagai tatto permanet di punggung saya

















2 comments:
latihan yang keras, tahun depan MesastillaUltra sudah menanti :)
siap bang !! tenkyu!!
Post a Comment